Text

Single Itu pilihan, jomblo baru nasib

sejak 31 April 2014 saya memilih untuk menjadi single. *catet!! single! bukan jomblo!*
mengapa saya memilih untuk single? apakah saya tidak mencintai pacar saya kala itu?
NO! bukan itu alasannya. Alasannya adalah mungkin bisa disebut dengan hidayah.
Sekalipun hidayah itu datang dari seorang anak kecil, tapi saya bersyukur.
Saya memilih untuk menjadi single karena saya sadar bahwa pacaran itu haram hukumnya dalam islam. Dan sejauh yang saya ingat, pacaran itu memang banyak kerugiannya baik dari segi hati, pikiran, waktu, hingga materi. Yang jelas adalah belum tau menikahnya kapan tapi ruginya sudah seabrek dan saya sudah pernah merasakan semua kerugian itu. Dan saya menyesal. Penyesalan yang sangat dalam. Super mega giga tera menyesal.

Apakah Allah akan memaafkanku atas segala kesalahanku di masa lalu? hanya Allah yang tahu. Sebagai hambanya yang penuh dosa dan merasa amat menyesal atas segala dosa itu, saya hanya bisa terus berdoa agar Allah memafkan segala kesalahan saya itu dan berusaha menjadi hambanya yang taat. Pada akhirnya Allah yang akan menilai segala usahaku.

Menjadi single seperti ini bukan hal yang sulit bagiku dalam menjalani hidup. Alhamdulillah bahagia. Sambil menunggu sang jodoh datang, saya memperbaiki diriku. Yang dulunya jarang membaca Al-Quran, menjadi gemar membaca Al—Quran. Yang dulunya pemarah, sekarang menjadi orang yang lebih bisa mengendalikan emosi. terkecuali bagi para lelaki yang menyentuh saya, kaki atau tangan saya sudah pasti akan melayang ke mukanya. gak peduli si orang itu kesakitan atau bagaimana, biar mereka belajar untuk tidak menyentuh orang yang bukan muhrimnya. Yang dulunya saya sholatnya bolong-bolong, sekarang Alhamdulillah mulai 5 waktu dan sebisa mungkin tepat waktu. Saya sangat menikmati aktifitas baru saya. menjadi taat itu sangat menyenangkan. sangat terasa sekali betapa Allah menyayangi saya. *Love you Allah :) *

Jika saya sedang marah, galau, emosi, mendengarkan Yassin.mp3 atau ayat-ayat Al-Quran dalam bentuk .mp3 sangat membantu sekali untuk meghilangkan segala rasa itu. Dan jangan pernah lupa ketika berdoa untuk minta perlindungan kepada Allah dari segala rasa yang dapat merusak hati, seperti rasa galau,marah,dengki,iri,putus asa,kecewa,dll.
insyaAllah hati akan tenang kembali. trust me, it works!

Yang masih susah saya hilangkan adalah perasaan kesepian. Allah menguji saya dengan rasa itu mungkin untuk melihat apakah saya benar2 serius mau menjadi single dan menjadi muslimah yang taat. Saya yakin saya akan lulus ujian itu. :) *bismillah*

Mengenai jodoh, saya hanya meminta kepada Allah untuk mempertemukan saya dengan jodoh saya dalam keadaan sebaik-baiknya saya dan jodoh yang dapat mencintai saya karena Allah tanpa memperdulikan masa lalu saya yang suram. *amin*

Jika saya ingin mendapatkan jodoh yang taat, saya juga harus taat. :)
masa lalu saya boleh suram.. tapi saya gak akan membiarkan masa depan saya suram juga. harus cerah secerah-cerahnya.. kalau perlu kalau menatap masa depan saya, saya harus pakai kacamata hitam saking cerahnya masa depan saya itu.. hahahahahaha.. :D

Masalah pernikahan, saya tidak ingin yang muluk-muluk. sederhana tetapi semua orang yang hadir bahagia dan dihadiri oleh semua kerabat dan sahabat saya. just it. sejenis syukuran aja sih intinya. yang penting secara hukum dan secara agama adalah Sah. :)
mau diajak tinggal di kontrakan / kostan dahulu ? gak masalah. :)
Masalah finansial itu biasa, yang penting tetap sabar. Jika belum memiliki ini itu, ya sabar. Berusaha. Semua orang memulainya dari 0. karena saya menikah, niatnya adalah ibadah. Yang penting bersama suami saya, mau susah ataupun senang yang penting tetap bersama. Yang penting rumah tangga saya bahagia.
menikah itu pembuka pintu rejeki. :)

Allah tahu siapa yang terbaik untukku. mungkin sebelumnya saya dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa keren, tetapi mereka bukan jodoh saya. insyaAllah jodoh saya jauuuuuuuuuuuuh lebih baik dari mereka-mereka yang pernah hadir dihidup saya itu. :) *amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin* hal itu membuat saya semakin semangat dalam beribadah dan menjalani hidup saya. :)

saya sudah tidak ingin memikirkan tentang cinta kepada makhluk Allah yang diberi nama “pria”. Demi Allah itu terlalu berat untuk saya, saya sudah tidak sanggup harus merasakan cinta dan kemudian terluka, dan kemudian harus tegar lagi. maka dari itu saya kembalikan kepada Allah, karena saya terlalu lemah untuk menanggung cinta. Biarlah cinta saya menunggu untuk saatnya diberikan kepada yang berhak, yaitu suami saya. :) Cinta yang tidak menyakiti dan cinta yang tidak akan tersakiti. Cinta yang indah. Karena cintaku padanya karena Allah.

Semangat!!! Terima kasih atas ya Allah atas segala masa lalu yang harus aku lewati, yang mendewasakanku seperti sekarang ini. Terima kasih ya Allah atas hidayah yang telah Engkau berikan melalui si adik kecil itu. Dan selamat datang masa depan. :)

Mas Jodoh, aku menantimu. engkau selalu ada didalam sujudku.. :)

*Tower lama Lanud AL, 25 April 2014*

"dikala hati mulai dijangkiti rasa kesepian.. dan aku harus tetap bertahan.. karena ini hanya sebuah ujian.. dan aku harus lulus dengan nilai yang sangat baik.. Dan dalam penantian yang belum berakhir."

Photo
#malang

#malang

Tags: malang
Photo
#house #malang #nature #love

#house #malang #nature #love

Photo
Hehehehe #beware #don’t_ask

Hehehehe #beware #don’t_ask

Tags: beware don
Text

Kartini-Ku

Tema postingan saya kali ini adalah mengenai hari Kartini yang selalu diperingati tanggal 21 April setiap tahunnya. kenapa 21 April ? soalnya Sang Ibu kita R.A. Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara.

Ibu Kartini terkenal dengan pemikiran-pemikiran majunya demi memajukan para wanita pribumi jawa yang kala itu. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.

Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. “…Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu…" Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.

Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku.

Perubahan pemikiran Kartini ini menyiratkan bahwa dia sudah lebih menanggalkan egonya dan menjadi manusia yang mengutamakan transendensi, bahwa ketika Kartini hampir mendapatkan impiannya untuk bersekolah di Betawi, dia lebih memilih berkorban untuk mengikuti prinsip patriarki yang selama ini ditentangnya, yakni menikah dengan Adipati Rembang.

Demikian cerita singkat mengenai R.A. Kartini. wanita hebat dan cerdas.. :)



Sekarang giliran cerita mengenai Kartini-ku. :)
Kartini-ku bernama Sukarti.
Siapa dia? beliau adalah ibunda saya tercinta. *lovelovelove* :)
Mengenai kisah hidup ibu saya, banyak hal yang bisa saya contoh dari ibu saya.

Ibu saya merupakan anak ke-8 dari 10 bersaudara. Lahir di Wonogiri, 3 Agustus 1969. karena saking banyaknya saudaranya dengan jarak yang lumayan dekat, ibu saya terlatih menjadi pribadi yang mandiri.

Sedari kecil, ibu saya adalah sosok yang patuh, cerdas dan pendiam. pada bangku Sekolah Dasar, ibu saya sudah tinggal bersama kakak tertua dan mengasuh kakak sepupu saya yang bernama Joko.

Sukarti kecil, sudah diharuskan bisa mengurus rumah, mengurus adik kecil, dan juga merawat kebun cengkeh milik pak de saya.
ibu saya tidak pernah mengeluh. hanya menjalani kehidupannya sebaik-baiknya.

Ketika SMP kelas 2, Sukarti kecil ikut kakak tertuanya untuk tinggal di papua. kala itu namanya masih Irian Jaya. Kakak tertuanya adalah seorang Guru SD.

Tinggal bersama orang tua memang berbeda dengan tinggal dengan orang lain, sekalipun hitungannya masih saudara sekandung. tetapi Sukarti kecil yang sedari kecil telah terbiasa mandiri, tidak mengalami banyak kendala selama tinggal bersama kakaknya tersebut. sekalipun Istri dari kakaknya sering iri kepada sukarti kecil, sebab sukarti kecil sangat disayang dan dimanjakan oleh kakaknya.

Selama bersekolah, sukarti tidak pernah setengah-setengah. totalitasnya membuahkan hasil, dia selalu mendapatkan juara di kelasnya. sampai pada akhirnya Sukarti menamatkan sekolahnya di SMA Negeri 1 Nabire.

Setelah lulus sekolah, dia mengikuti tes PNS dan menjadi seorang staf perpustakaan di SMKN 1 Nabire. sambil bekerja, dia juga kuliah di Universitas Terbuka. sebab perekonomianlah yg membuatnya tidak dapat melanjutkan kuliah keluar daerah.

Kemudian Sukarti menikah dengan seorang pria bernama Tri Harwanto pada usia 20 Tahun pada tanggal 15 Mei 1990. Kala itu, Suaminya adalah seorang koki hotel.

pada awal pernikahan, mereka tinggal masih menumpang kakak sukarti yang pertama. pada 10 Juli 1991, Sukarti melahirkan sorang bayi perempuan yang bernama Atika Rina. *itu aku!! itu aku!!!*
banyak sekali orang yang mau mengadopsi putri kecilnya itu, tetapi sukarti tetap berprinsip “dia akan saya, jadi sayalah yang harus membesarkannya”. Mengingat perjuangan panjang yang harus dia lakukan selama mengandung Atika. mulai dari 9 bulan tidak bisa mengkonsumsi nasi, karena setiap makan nasi, selalu muntah. sehingga membuatnya hany mengoksumsi buah, sayur dan ikan selama hamil anak pertamanya. setelah lahirpun, anak yang bernama Atika ini juga tidak menyukai susu formula maupun bubur bayi (berlaku untuk semua merk). karena itu selama hampir 2 tahun, dia harus mondar-mandir dari kantor ke rumah, hanya untuk menyusui Atika.

Namanya juga keluarga muda, masih memapankan diri. banyak sekali kendala yang terjadi dalam rumah tangga, terutama mengenai perekonomian keluarga. tetapi prinsipnya adalah tetap bersabar, cobaan hanya sementara.

pada 28 Mei 1995, Sukarti melahirkan anak keduanya yang bernama Bondan Fariz Rachman. Bondan kecil sering sekali sakit-sakitan, hingga bondan berusia 8 tahun. segala pengobatan sudah dilakukan. letak permasalahnnya ternyata adalah terletak pada nama. Bondan kecil, dahulunya bernama Bondan Farista. teryata dia hanya keberatan nama. setelah berganti nama, Bondan alhamdulillah sehat wal Afiat hingga sekarang.

Berbagai jenjang Jabatan sudah pernah dia rasakan. mulai dari jadi Bendahara hingga kepala Tata Usaha. kesemuanya dapat dicapai karena totalitasnya dalam bekerja. Ibu saya itu selalu berkata “jika bekerja, bekerjalah sebaik-baiknya. jangan pamrih. karena kita harus mempertanggung jawabkan apa yang kita kerjakan”.

setelah bekerja bertahun-tahun lamanya, akhirnya pada tahun 2011 dia mendapatkan beasiswa S2 untuk melanjutkan pendidikannya di UNY. dan pada tahun 2013 berhasil menamatkan pendidikannya tersebut dengan gelar MPD.

*********************

ketika saya kecil, menganggap Ibu saya itu adalah seorang wanita keras, galak, cerewet yang bertanduk ketika marah. karena saking seringnya saya dimarah dan dipukul dengan berbagai jenis benda, mulai dari kayu, sapu, hingga gagang payung.

Setelah saya pikir-pikir, saya di marah karena memang saya nakal dan sangat tidak bisa diam, juga cerewet luar biasa. dan saya sangat bersyukur punya ibu yang sangat tegas dan galak kepada saya. jika tidak demikian, ntah sekarang saya jadi seperti apa.

Terima kasih mom, kata-kata pedasmu dulu sangat memotivasi saya hingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini. Didikanmu terhadapku membuatku bisa menjadi wanita yang mandiri seperti sekarang ini. saya sadar engkau bukan galak, melainkan peduli terhadapku. kepedulianmu tersebut membentuk karakterku seperti ini. engkau mengajariku tidak hanya sekedar kata-kata. melainkan langsung pada penerapannya. membuatku menjadi wanita yang tangguh, menjadi wanita yang tidak hanya bisa berdandan, tapi juga wanita yang cerdas, mandiri, wanita yag berpendidikan, anggun dan juga wanita yang selalu ingat akan kodratnya sebagai wanita setangguh apapun dia.

Terima kasih mom atas segalanya. aku akan selalu mendoakanmu agar panjang umur dan sehat selalu. :)
wanita yang cerdas, akan melahirkan anak yang cerdas juga. :)
aku harus bisa menjadi lebih baik dari dirimu. :)

Selamat hari Kartini. :)

Text

Your Guardian Angel

When I see your smile
Tears roll down my face I can’t replace
And now that I’m strong I have figured out
How this world turns cold and it breaks through my soul
And I know I’ll find deep inside me I can be the one

I will never let you fall (let you fall)
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven
It’s okay. It’s okay. It’s okay.

Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I’ll be the one

I will never let you fall (let you fall)
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven

Cuz you’re my, you’re my, my, my true love, my whole heart
Please don’t throw that away

Cuz I’m here for you
Please don’t walk away and
Please tell me you’ll stay woah, stay woah

Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I’ll be okay
Though my skies are turning gray

I will never let you fall
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven
[to fade]

http://www.youtube.com/watch?v=UMEoNiLeUp8

Text

Ikhlas & Terapi Galau

Entah mengapa malam ini saya ingin curhat mengenai kata ikhlas.
mungkin karena kejadian seharian ini yang membuat saya berpikir kembali, apakah harus mengejar cinta ataupun mengikhlaskannya. *duileeeeh*
sebenarnya mengikhlaskan orang yang kita sayang untuk orang lain yang memang jodohnya si doi adalah hal yang sulit.
tapi memang sebaiknya “ikhlas” jalan yang harus saya pilih. Saya mengikhlaskan isi perasaan saya untuk hilang jika memang Allah menghendaki itu.
Pertama, agar hati saya bisa lega dan bahagia. karena hal yang diharap tersebut adalah hal yang bisa saja mustahil untuk terjadi.
yang kedua adalah supaya si doi bahagia dan dapat menjalani hidupnya dengan baik tanpa harus mengasihani saya.
#yasudahlah

kata ibu, wanita itu hanya berhak menolak maupun menerima.
hak untuk memilih adalah pria.

jadi saya memutuskan untuk menunggu jodoh saya datang, tugas dari jodoh saya sangat simple. mendatangi orang tua saya untuk melamar saya. just it. #entahsiapadandimana

Saya sudah lelah menyiksa hati saya. setiap hari hanya nyesek untuk memikirkan jodoh. *kasihan sekali saya ini*
lebih baik saya memikirkan masa depan saya, karir saya, tabungan saya, menaikkan Haji kedua orang tua saya, rumah untuk kedua orang tua saya, travelling, menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabat saya yang terpencar diseluruh nusantara ini, bahkan di Norwegia dan Pakistan. Atau bahkan mungkin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 *insyaAllah* :)

Saya memiliki banyak rencana terhadap hidup saya, tapi Allah lah yang menentukan apakah rencana tersebut akan terealisasikan atau menggantikannya dengan rencana indah lainnya. Sesungguhnya Allah yang paling maha tahu mengenai apa saja yang saya butuhkan dalam hidup ini.

Saya mengikhlaskan perasaan di hati ini untuk lenyap, jika memang dia bukan jodoh saya. mungkin memang bukanlah dia jodoh saya. Semoga jodoh saya jauuuuuh lebih baik dari dia. *Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin*

Memperbaiki diri, memantaskan diri untuk dia yang terbaik yang tergariskan sebagai jodoh saya, mendekatkan diri kepada Allah, dan mencurahkannya dalam tulisan adalah cara yang saya tempuh untuk terapi penghilang galau.

Allah akan mempertemukanku dengan jodohku jika memang sudah saatnya saya harus berumah tangga. menyempurnakan sebagian agamaku dengan sebuah ikatan perkawinan yang sah dan pernikahan yang indah. sebuah pernikahan dimana semua orang yang mengenalku ataupun tak mengenalku ikut berbahagia. tak ada hati yang tersakiti. *amiiiin*

Menulis adalah terapi galau yang sangat efektif untuk saya.
entah ada yang membaca atau tidak. :)

by the way, ikhlas adalah salah satu hal yang bisa menyebabkan suatu amalan ibadah kita diterima Allah Ta’ala.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan arti ikhlas yaitu mengesakan Allah di dalam tujuan atau keinginan ketika melakukan ketaatan, beliau juga menjelaskan bahwa makna ikhlas adalah memurnikan amalan dari segala yang mengotorinya.

Ada beberapa hal yang merusak keikhlasan seseorang yaitu :

  1. Riya’Pengertian riya adalah seseorang menampakan amalnya dengan tujuan orang lain melihatnya dan memujinya. ‘Syirik kecil itu adalah riya’. Pada hari kiamat ketika manusia dibalas dengan amal perbuatannya, Allah akan berkata kepada orang-orang yang berbuat riya’, ‘Pergilah kalian kepada apa-apa yang membuat kalian berbuat riya’, maka lihatlah apakah kalian mandapat balasan dari mereka’”(HR. Ahmad ).
  2. Ujub. Yang dimaksud dengan pengertian ujub adalah adalah seseorang berbangga diri dengan amal-amalnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa ujub sebagai hal-hal yang membinasakan. Beliau bersabda yang artinya: "Hal-hal yang membinasakan ada tiga yaitu: berbangganya seseorang dengan dirinya, kikir yang dituruti, dan hawa nafsu yang diikuti"(HR. Al-Bazzar ).
  3. Sum’ah. Pengertian sumah adalah adalah seseorang beramal dengan tujuan agar orang lain mendengar amalnya tersebut lalu memujinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya : “Barangsiapa yang memperdengarkan amalannya maka Allah akan memperdengarkan kejelekan niatnya dan barang siapa yang beramal karena riya’ maka Allah akan membuka niatnya di hadapan manusia”(HR. Bukhari dan Muslim).

Ikhlas yang saya ulas pada tulisan saya kali ini lebih kepada rasa ikhlas melepaskan orang yang di sayang semata-mata hanya demi Allah karena mencintainya secara berlebihan bukanlah hal yang baik untuk ku lakukan sekarang ini. karena dia belum menjadi suamiku. aku lebih memilih untuk menetralkan perasaanku. mengikhlaskan virus pink ini menghilang dari hatiku. menunggu orang yang lebih berhak menerima perasaan ini untuk datang padaku.

Semoga Allah selalu menjaga calon suamiku. semoga dia selalu menjaga sholatnya dan selalu taat kepada Allah SWT. Dan jika memang jodohku sudah tidak ada lagi didunia ini, semoga Allah mempertemukanku denganya di akhirat dalam keadaan sebaik-baiknya diriku. tapi jika memang jodohku masih didunia ini, semoga dia tetap berada dijalannya untuk menemukanku dan semoga Allah juga mempertemukaku dalam keadaan sebaik-baiknya diriku. amiiin.

image

image

image

*Griya Karya Sedati Permai Blok B-09 Sedati Gede Sidoarjo, 10 April 2014

"dikala aku memutuskan untuk mengikhlaskan dirimu dan semua rasa cinta ini untuk hilang hanya demi Allah semata. agar kamu dan aku tak tersiksa oleh virus pink yang mulai menjangkiti ini. semoga aku dan kamu selalu bahagia dalam kehidupan masing-masing. Semoga hidup kita selalu dilimpahi keberkahan. amin."

Text

Baju Pengantin & Diet

Postingan kali ini saya akan membahas kaliamat yang selalu di ucapkan Ibu saya kepada saya setiap kali ada kesempatan, entah itu ketika sedang bertelepon ria dengan ibu, maupun komunikasi via sms.
apa kalimat itu ? "Nak, diet lah..”
kyaaaaaaaaaaaaa… kalimat itu.. oooh.. apa yak.. au ah gelap. >.<
tapi kalau dipikir-pikir, benar juga sih.. :D
mungkin saya harus diet.. dari sekarang.. 

sejak saya kuliah, berat badan saya memang sangat tidak terkontrol..
ibu selalu berkata : "cewek yang smart adalah cewek yang bisa menjaga berat badannya!
selama saya mencoba untuk diet, berat badan saya lebih banyak naiknya daripada turunnya.. >.< *apa-apaan coba!!!*
mungkin karena saya yang kurang konsisten..

hal yang paling gampang membuat saya kurus kala saya muda dulu adalah ketika putus cinta karena diselingkuhi.. (x_x)
kalau dipikir-pikir, pacar-pacar saya kala itu memilih selingkuh karena mungkin malu karena saya kegendutan tapi tidak berani mengatakan hal tersebut kepada saya. *untung sekarang saya memutuskan untuk tidak pacaran dan kembali kejalan yang benar [insyaAllah] :D *

Rasa sakit hati itu membuat saya jadi tidak nafsu makan dan ingin selalu bergerak. tapi jika tiba saatnya untuk bahagia, berat badan dengan cepat akan bertambah *Oh, God, Why?* (x_x)

Ketika sudah tua seperti ini, saya baru benar-benar sadar untuk diet. mengapa?

  1. saya ingin memakai pakaian yang sudah lama saya inginkan
  2. agar baju pengantin saya kelak akan terlihat cantik jika saya kenakan
  3. agar foto pernikahan saya hasilnya bagus
  4. agar suami saya nantinya betah dirumah
  5. agar saya sehat selalu
  6. agar saya dapat melakukan banyak aktifitas bersama anak-anak saya kelak

saya rasa hal-hal tersebut sudah cukup untuk membuat saya selalu bersemangat untuk diet. :D dan itu membutuhkan kesabaran extra dan konsistensi yang tinggi terhadap komitmen *halah apa sih?*

saya membaca sebuah artikel, begini isinya :

10 Cara Diet Sehat & Sederhana

  1. Pertama-tama kenali tubuh sendiri.
    Berhentilah membandingkan dengan tubuh teman-teman Anda. Saat Anda mengenal cara kerja tubuh sendiri, maka akan lebih mudah untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya.
  2. Makan secara teratur dengan menu dan porsi yang cukup.
    Seperti kata pepatah, “Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.”
  3. Lebih banyak konsumsi buah dan sayur.
    Orang langsing rata-rata makan lebih dari satu sajian buah dan makan lebih banyak serat dan kurang lemak dibanding orang gemuk. Itu hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Dietetic Association tahun 2006.
  4. Jangan lupakan Sarapan pagi
    Mulailah hari dengan menu dan porsi sarapan yang cukup. Ini akan membantu mengurangi asupan kalori di sepanjang sisa hari.
  5. Perbanyak Minum air putih.
    Cukupi kebutuhan air putih anda minimal 2 liter per hari.
  6. Berolahragalah.
    Jadikan itu sebagai kegiatan yang tidak bisa dikompromikan lagi.Ber-aerobik dengan musik kesukaan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Ajak keluarga untuk ikut bergerak. Awalnya mungkin agak aneh mendengarnya. Tapi begitu Anda mulai, bisa-bisa Anda lupa berhenti.
  7. Bebas Gula
    Cobalah 2 minggu tanpa gula. Rasanya luar biasa mengetahui napsu makan Anda yang biasanya tak bisa dipendam berangsur-angsur menghilang.
  8. Jangan melakukan tindakan ekstrim.
    Tindakan ekstrim maksudnya seperti sama sekali tak makan demi kurus dalam waktu cepat. Yang terbaik adalah makan dalam porsi sedikit, yang mencakup tiga nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan dua camilan tiap hari untuk metabolisme yang lebih efisien.
  9. Gosok gigi segera
    Setelah makan malam segera gosok gigi untuk mengingatkan diri Anda bahwa waktu makan sudah habis.
  10. Jangan sekali-kali kompensasikan perasaan ke makanan.
    Kebiasaan yang sangat tidak baik bila kita makan berlebih di saat-saat perasaan kita sedang buruk ataupun terlalu gembira. Pada umumnya orang yg terlalu terbawa emosi sesaat agak susah mengontrol pola makannya.

Sepertinya itu hal yang mudah untuk dipraktikkan.. *SEPERTINYA LHOOO.. SEPERTINYA! *
tapi akan saya coba.. demi baju pengantin saya.. :)
mau tau baju pengantin saya yang saya rancang untuk diri saya sendiri?tadaaaaaaaa…. ini dia… :D

saya mau baju pengantin yang berwarna pink kalem.. :)

Demikian postingan dari saya, yang sebenarnya merupakan curahan hati saya.. hahahahahaha.. :D

sampai jumpa pada postingan selanjutnya.. :*

Text

Ruang Rindu - Letto

Di daun yang ikut mengalir lembut
Terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta
Menghirup rindu yang sesakkan dada

Jalanku hampa dan kusentuh dia
Terasa hangat oh didalam hati
Kupegang erat dan kuhalangi waktu
Tak urung jua kulihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan slalu kuingat
Kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna
Tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

Chorus 2x:
Kau datang dan pergi oh begitu saja
Semua kutrima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam
Di ruang rindu kita bertemu

"Untukmu yang ku nanti untuk menjadi imamku.. entah siapa dan dimana.."

Text

Kisah Cinta Fatimah Az-Zahrah & Ali Bin Abi Thalib

Pada suatu hari saya membaca sebuah artikel dan di dalam artikel disitu disebutkan betapa Fatimah Az-Zahrah sang putri kesayangan Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Ali Bin Abi Thalib, seorang pemuda miskin yang jika dibandingkan dengan para pria lain yang pernah datang melamar Fatimah adalah tiada apa-apanya.

Tetapi, cinta Fatimah sang bidadari yang menyerupai manusia tersebut hanyalah teruntuk Ali bin Abi Thalib. ketika melamar sang putri kesayangan nabi tersebut, Ali memberikan maskawin sebesar empat ratus fidhdhah (dalam nilai perak).

Kemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:
“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.” (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4)

*******************************************

Pada suatu hari, Fatimah melihat Ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka sang Nabi untuk menghentikan darah Ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis.

Muhammad ibn ‘Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Mengagumkan! Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.

Ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ‘Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ‘Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar; ‘Utsman, ‘Abdurrahman ibn ‘Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ‘Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ‘Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ‘Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

‘Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. “Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ‘Ali.

“Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

‘Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ‘Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ‘Ali dan Abu Bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ‘Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ‘Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, “Aku datang bersama Abu Bakar dan ‘Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ‘Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ‘Umar..”

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ‘Umar melakukannya. ‘Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

‘Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. “Wahai Quraisy”, katanya. “Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ‘Umar di balik bukit ini!” ‘Umar adalah lelaki pemberani. ‘Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ‘Umar jauh lebih layak. Dan ‘Ali ridha.

Maka ‘Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ‘Umar juga ditolak.Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ‘Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ‘Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. “Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. “

“Aku?”, tanyanya tak yakin.

“Ya. Engkau wahai saudaraku!”

“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”

“Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

‘Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

“Engkau pemuda sejati wahai ‘Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, “Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

“Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”

“Entahlah..”

“Apa maksudmu?”

“Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”

“Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,

“Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”

Dan ‘Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ‘Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

‘Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ‘Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu” .
ini merupakan sisi ROMANTIS dari hubungan mereka berdua.

****************************************************************

Aku adalah seorang wanita yang tak sesempurna Fatimah Az-Zahrah..
Aku juga bukan putri dari sang Nabi..
Ibuku juga bukanlah Siti Khadijah..

Tapi berkaca dari putri sang Nabi yang memperjuangkan cintanya, membuatku tersadar..
Cinta sejati dari seorang pria yang taat kepada Allah yang berhak untuk ku nanti..

Mencintai pria bukan karena kedudukannya, hartanya maupun ketampanannya..
Mencintai pria karena ketaatannya kepada Allah SWT..
Pria sholeh yang mampu membimbingku untuk selalu dekat dengan Allah SWT..
Yang menafkahi aku dan anak-anak kami kelak dengan rezeki yang halal..
yang dihasilkannya dari kerja kerasnya..

Yang saya nanti bukanlah ajakan untuk berpacaran, tetapi melamarku kepada kedua orang tuaku..
untuk menjadikanku istrinya..
untuk menjadikanku bidadari surganya..
y
ang memuliakanku seperti dia memuliakan ibunya..
dan menjadikanku partner hidupnya baik suka maupun duka..
membimbingku menuju surga Allah..
aku yakin.. tulang rusuk tak akan tertukar..

*Office Heavy Maintenance Surabaya - Lanud AL, 7 April 2014

"Ketika menunggumu adalah hal yang paling ingin aku lakukan.."

image