Text

Your Guardian Angel

When I see your smile
Tears roll down my face I can’t replace
And now that I’m strong I have figured out
How this world turns cold and it breaks through my soul
And I know I’ll find deep inside me I can be the one

I will never let you fall (let you fall)
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven
It’s okay. It’s okay. It’s okay.

Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I’ll be the one

I will never let you fall (let you fall)
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven

Cuz you’re my, you’re my, my, my true love, my whole heart
Please don’t throw that away

Cuz I’m here for you
Please don’t walk away and
Please tell me you’ll stay woah, stay woah

Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I’ll be okay
Though my skies are turning gray

I will never let you fall
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven
[to fade]

http://www.youtube.com/watch?v=UMEoNiLeUp8

Text

Ikhlas & Terapi Galau

Entah mengapa malam ini saya ingin curhat mengenai kata ikhlas.
mungkin karena kejadian seharian ini yang membuat saya berpikir kembali, apakah harus mengejar cinta ataupun mengikhlaskannya. *duileeeeh*
sebenarnya mengikhlaskan orang yang kita sayang untuk orang lain yang memang jodohnya si doi adalah hal yang sulit.
tapi memang sebaiknya “ikhlas” jalan yang harus saya pilih. Saya mengikhlaskan isi perasaan saya untuk hilang jika memang Allah menghendaki itu.
Pertama, agar hati saya bisa lega dan bahagia. karena hal yang diharap tersebut adalah hal yang bisa saja mustahil untuk terjadi.
yang kedua adalah supaya si doi bahagia dan dapat menjalani hidupnya dengan baik tanpa harus mengasihani saya.
#yasudahlah

kata ibu, wanita itu hanya berhak menolak maupun menerima.
hak untuk memilih adalah pria.

jadi saya memutuskan untuk menunggu jodoh saya datang, tugas dari jodoh saya sangat simple. mendatangi orang tua saya untuk melamar saya. just it. #entahsiapadandimana

Saya sudah lelah menyiksa hati saya. setiap hari hanya nyesek untuk memikirkan jodoh. *kasihan sekali saya ini*
lebih baik saya memikirkan masa depan saya, karir saya, tabungan saya, menaikkan Haji kedua orang tua saya, rumah untuk kedua orang tua saya, travelling, menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabat saya yang terpencar diseluruh nusantara ini, bahkan di Norwegia dan Pakistan. Atau bahkan mungkin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 *insyaAllah* :)

Saya memiliki banyak rencana terhadap hidup saya, tapi Allah lah yang menentukan apakah rencana tersebut akan terealisasikan atau menggantikannya dengan rencana indah lainnya. Sesungguhnya Allah yang paling maha tahu mengenai apa saja yang saya butuhkan dalam hidup ini.

Saya mengikhlaskan perasaan di hati ini untuk lenyap, jika memang dia bukan jodoh saya. mungkin memang bukanlah dia jodoh saya. Semoga jodoh saya jauuuuuh lebih baik dari dia. *Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin*

Memperbaiki diri, memantaskan diri untuk dia yang terbaik yang tergariskan sebagai jodoh saya, mendekatkan diri kepada Allah, dan mencurahkannya dalam tulisan adalah cara yang saya tempuh untuk terapi penghilang galau.

Allah akan mempertemukanku dengan jodohku jika memang sudah saatnya saya harus berumah tangga. menyempurnakan sebagian agamaku dengan sebuah ikatan perkawinan yang sah dan pernikahan yang indah. sebuah pernikahan dimana semua orang yang mengenalku ataupun tak mengenalku ikut berbahagia. tak ada hati yang tersakiti. *amiiiin*

Menulis adalah terapi galau yang sangat efektif untuk saya.
entah ada yang membaca atau tidak. :)

by the way, ikhlas adalah salah satu hal yang bisa menyebabkan suatu amalan ibadah kita diterima Allah Ta’ala.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan arti ikhlas yaitu mengesakan Allah di dalam tujuan atau keinginan ketika melakukan ketaatan, beliau juga menjelaskan bahwa makna ikhlas adalah memurnikan amalan dari segala yang mengotorinya.

Ada beberapa hal yang merusak keikhlasan seseorang yaitu :

  1. Riya’Pengertian riya adalah seseorang menampakan amalnya dengan tujuan orang lain melihatnya dan memujinya. ‘Syirik kecil itu adalah riya’. Pada hari kiamat ketika manusia dibalas dengan amal perbuatannya, Allah akan berkata kepada orang-orang yang berbuat riya’, ‘Pergilah kalian kepada apa-apa yang membuat kalian berbuat riya’, maka lihatlah apakah kalian mandapat balasan dari mereka’”(HR. Ahmad ).
  2. Ujub. Yang dimaksud dengan pengertian ujub adalah adalah seseorang berbangga diri dengan amal-amalnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa ujub sebagai hal-hal yang membinasakan. Beliau bersabda yang artinya: "Hal-hal yang membinasakan ada tiga yaitu: berbangganya seseorang dengan dirinya, kikir yang dituruti, dan hawa nafsu yang diikuti"(HR. Al-Bazzar ).
  3. Sum’ah. Pengertian sumah adalah adalah seseorang beramal dengan tujuan agar orang lain mendengar amalnya tersebut lalu memujinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya : “Barangsiapa yang memperdengarkan amalannya maka Allah akan memperdengarkan kejelekan niatnya dan barang siapa yang beramal karena riya’ maka Allah akan membuka niatnya di hadapan manusia”(HR. Bukhari dan Muslim).

Ikhlas yang saya ulas pada tulisan saya kali ini lebih kepada rasa ikhlas melepaskan orang yang di sayang semata-mata hanya demi Allah karena mencintainya secara berlebihan bukanlah hal yang baik untuk ku lakukan sekarang ini. karena dia belum menjadi suamiku. aku lebih memilih untuk menetralkan perasaanku. mengikhlaskan virus pink ini menghilang dari hatiku. menunggu orang yang lebih berhak menerima perasaan ini untuk datang padaku.

Semoga Allah selalu menjaga calon suamiku. semoga dia selalu menjaga sholatnya dan selalu taat kepada Allah SWT. Dan jika memang jodohku sudah tidak ada lagi didunia ini, semoga Allah mempertemukanku denganya di akhirat dalam keadaan sebaik-baiknya diriku. tapi jika memang jodohku masih didunia ini, semoga dia tetap berada dijalannya untuk menemukanku dan semoga Allah juga mempertemukaku dalam keadaan sebaik-baiknya diriku. amiiin.

image

image

image

*Griya Karya Sedati Permai Blok B-09 Sedati Gede Sidoarjo, 10 April 2014

"dikala aku memutuskan untuk mengikhlaskan dirimu dan semua rasa cinta ini untuk hilang hanya demi Allah semata. agar kamu dan aku tak tersiksa oleh virus pink yang mulai menjangkiti ini. semoga aku dan kamu selalu bahagia dalam kehidupan masing-masing. Semoga hidup kita selalu dilimpahi keberkahan. amin."

Text

Baju Pengantin & Diet

Postingan kali ini saya akan membahas kaliamat yang selalu di ucapkan Ibu saya kepada saya setiap kali ada kesempatan, entah itu ketika sedang bertelepon ria dengan ibu, maupun komunikasi via sms.
apa kalimat itu ? "Nak, diet lah..”
kyaaaaaaaaaaaaa… kalimat itu.. oooh.. apa yak.. au ah gelap. >.<
tapi kalau dipikir-pikir, benar juga sih.. :D
mungkin saya harus diet.. dari sekarang.. 

sejak saya kuliah, berat badan saya memang sangat tidak terkontrol..
ibu selalu berkata : "cewek yang smart adalah cewek yang bisa menjaga berat badannya!
selama saya mencoba untuk diet, berat badan saya lebih banyak naiknya daripada turunnya.. >.< *apa-apaan coba!!!*
mungkin karena saya yang kurang konsisten..

hal yang paling gampang membuat saya kurus kala saya muda dulu adalah ketika putus cinta karena diselingkuhi.. (x_x)
kalau dipikir-pikir, pacar-pacar saya kala itu memilih selingkuh karena mungkin malu karena saya kegendutan tapi tidak berani mengatakan hal tersebut kepada saya. *untung sekarang saya memutuskan untuk tidak pacaran dan kembali kejalan yang benar [insyaAllah] :D *

Rasa sakit hati itu membuat saya jadi tidak nafsu makan dan ingin selalu bergerak. tapi jika tiba saatnya untuk bahagia, berat badan dengan cepat akan bertambah *Oh, God, Why?* (x_x)

Ketika sudah tua seperti ini, saya baru benar-benar sadar untuk diet. mengapa?

  1. saya ingin memakai pakaian yang sudah lama saya inginkan
  2. agar baju pengantin saya kelak akan terlihat cantik jika saya kenakan
  3. agar foto pernikahan saya hasilnya bagus
  4. agar suami saya nantinya betah dirumah
  5. agar saya sehat selalu
  6. agar saya dapat melakukan banyak aktifitas bersama anak-anak saya kelak

saya rasa hal-hal tersebut sudah cukup untuk membuat saya selalu bersemangat untuk diet. :D dan itu membutuhkan kesabaran extra dan konsistensi yang tinggi terhadap komitmen *halah apa sih?*

saya membaca sebuah artikel, begini isinya :

10 Cara Diet Sehat & Sederhana

  1. Pertama-tama kenali tubuh sendiri.
    Berhentilah membandingkan dengan tubuh teman-teman Anda. Saat Anda mengenal cara kerja tubuh sendiri, maka akan lebih mudah untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya.
  2. Makan secara teratur dengan menu dan porsi yang cukup.
    Seperti kata pepatah, “Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.”
  3. Lebih banyak konsumsi buah dan sayur.
    Orang langsing rata-rata makan lebih dari satu sajian buah dan makan lebih banyak serat dan kurang lemak dibanding orang gemuk. Itu hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Dietetic Association tahun 2006.
  4. Jangan lupakan Sarapan pagi
    Mulailah hari dengan menu dan porsi sarapan yang cukup. Ini akan membantu mengurangi asupan kalori di sepanjang sisa hari.
  5. Perbanyak Minum air putih.
    Cukupi kebutuhan air putih anda minimal 2 liter per hari.
  6. Berolahragalah.
    Jadikan itu sebagai kegiatan yang tidak bisa dikompromikan lagi.Ber-aerobik dengan musik kesukaan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Ajak keluarga untuk ikut bergerak. Awalnya mungkin agak aneh mendengarnya. Tapi begitu Anda mulai, bisa-bisa Anda lupa berhenti.
  7. Bebas Gula
    Cobalah 2 minggu tanpa gula. Rasanya luar biasa mengetahui napsu makan Anda yang biasanya tak bisa dipendam berangsur-angsur menghilang.
  8. Jangan melakukan tindakan ekstrim.
    Tindakan ekstrim maksudnya seperti sama sekali tak makan demi kurus dalam waktu cepat. Yang terbaik adalah makan dalam porsi sedikit, yang mencakup tiga nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan dua camilan tiap hari untuk metabolisme yang lebih efisien.
  9. Gosok gigi segera
    Setelah makan malam segera gosok gigi untuk mengingatkan diri Anda bahwa waktu makan sudah habis.
  10. Jangan sekali-kali kompensasikan perasaan ke makanan.
    Kebiasaan yang sangat tidak baik bila kita makan berlebih di saat-saat perasaan kita sedang buruk ataupun terlalu gembira. Pada umumnya orang yg terlalu terbawa emosi sesaat agak susah mengontrol pola makannya.

Sepertinya itu hal yang mudah untuk dipraktikkan.. *SEPERTINYA LHOOO.. SEPERTINYA! *
tapi akan saya coba.. demi baju pengantin saya.. :)
mau tau baju pengantin saya yang saya rancang untuk diri saya sendiri?tadaaaaaaaa…. ini dia… :D

saya mau baju pengantin yang berwarna pink kalem.. :)

Demikian postingan dari saya, yang sebenarnya merupakan curahan hati saya.. hahahahahaha.. :D

sampai jumpa pada postingan selanjutnya.. :*

Text

Ruang Rindu - Letto

Di daun yang ikut mengalir lembut
Terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta
Menghirup rindu yang sesakkan dada

Jalanku hampa dan kusentuh dia
Terasa hangat oh didalam hati
Kupegang erat dan kuhalangi waktu
Tak urung jua kulihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan slalu kuingat
Kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna
Tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

Chorus 2x:
Kau datang dan pergi oh begitu saja
Semua kutrima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam
Di ruang rindu kita bertemu

"Untukmu yang ku nanti untuk menjadi imamku.. entah siapa dan dimana.."

Text

Kisah Cinta Fatimah Az-Zahrah & Ali Bin Abi Thalib

Pada suatu hari saya membaca sebuah artikel dan di dalam artikel disitu disebutkan betapa Fatimah Az-Zahrah sang putri kesayangan Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Ali Bin Abi Thalib, seorang pemuda miskin yang jika dibandingkan dengan para pria lain yang pernah datang melamar Fatimah adalah tiada apa-apanya.

Tetapi, cinta Fatimah sang bidadari yang menyerupai manusia tersebut hanyalah teruntuk Ali bin Abi Thalib. ketika melamar sang putri kesayangan nabi tersebut, Ali memberikan maskawin sebesar empat ratus fidhdhah (dalam nilai perak).

Kemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:
“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.” (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4)

*******************************************

Pada suatu hari, Fatimah melihat Ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka sang Nabi untuk menghentikan darah Ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis.

Muhammad ibn ‘Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Mengagumkan! Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.

Ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ‘Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ‘Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar; ‘Utsman, ‘Abdurrahman ibn ‘Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ‘Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ‘Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ‘Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

‘Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. “Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ‘Ali.

“Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

‘Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ‘Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ‘Ali dan Abu Bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ‘Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ‘Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, “Aku datang bersama Abu Bakar dan ‘Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ‘Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ‘Umar..”

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ‘Umar melakukannya. ‘Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

‘Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. “Wahai Quraisy”, katanya. “Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ‘Umar di balik bukit ini!” ‘Umar adalah lelaki pemberani. ‘Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ‘Umar jauh lebih layak. Dan ‘Ali ridha.

Maka ‘Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ‘Umar juga ditolak.Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ‘Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ‘Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. “Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. “

“Aku?”, tanyanya tak yakin.

“Ya. Engkau wahai saudaraku!”

“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”

“Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

‘Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

“Engkau pemuda sejati wahai ‘Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, “Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

“Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”

“Entahlah..”

“Apa maksudmu?”

“Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”

“Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,

“Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”

Dan ‘Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ‘Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

‘Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ‘Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu” .
ini merupakan sisi ROMANTIS dari hubungan mereka berdua.

****************************************************************

Aku adalah seorang wanita yang tak sesempurna Fatimah Az-Zahrah..
Aku juga bukan putri dari sang Nabi..
Ibuku juga bukanlah Siti Khadijah..

Tapi berkaca dari putri sang Nabi yang memperjuangkan cintanya, membuatku tersadar..
Cinta sejati dari seorang pria yang taat kepada Allah yang berhak untuk ku nanti..

Mencintai pria bukan karena kedudukannya, hartanya maupun ketampanannya..
Mencintai pria karena ketaatannya kepada Allah SWT..
Pria sholeh yang mampu membimbingku untuk selalu dekat dengan Allah SWT..
Yang menafkahi aku dan anak-anak kami kelak dengan rezeki yang halal..
yang dihasilkannya dari kerja kerasnya..

Yang saya nanti bukanlah ajakan untuk berpacaran, tetapi melamarku kepada kedua orang tuaku..
untuk menjadikanku istrinya..
untuk menjadikanku bidadari surganya..
y
ang memuliakanku seperti dia memuliakan ibunya..
dan menjadikanku partner hidupnya baik suka maupun duka..
membimbingku menuju surga Allah..
aku yakin.. tulang rusuk tak akan tertukar..

*Office Heavy Maintenance Surabaya - Lanud AL, 7 April 2014

"Ketika menunggumu adalah hal yang paling ingin aku lakukan.."

image

Text

Allysa Soebandono & Dude Herlino

Kala aku masih muda dulu, kira-kira SMP atau SMA lah. Dude herlino tidak pernah menjadi sosok artis pria idaman. pasti saya sukanya sama yang tampan dan agak ke bule-bulean, sebut saja Adipati Dolken <3 :)
Dude herlino pasti jadi idola ibu-ibu. sungguh kala itu aku benar-benar tidak memahami apa yang harus di sukai dari pria bernama dude herlino.

Ketika sudah umur segini dan mulai berpikir tentang pernikahan, ada berita bahagia dari dude herlino. bahwa dia akan menikahi Allysa Soebandono!!! *kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa*
jujur saya speechless. dan saya paham mengapa dia jadi idola.
dia adalah pria yang santun. taat agama, supel, dan wajahnya lumayan tampan. yang harus digaris bawahi adalah letak ketaatannya dan kesholehan dia sebagai artis yang identik dengan hal yang glamour.

Icha (Allysa) & Dude adalah pasangan artis yang benar-benar serasi. dari SMP saya nonton Icha di layar kaca, dia adalah anak yang kalem, cantik dan tidak neko-neko serta sangat cerdas! sangat serasi dengan dude.

Pas lihat wedding mereka, saya yang cengeng jadi menangis saking terharunya. sangat bahagia melihat pernikahan yang begitu sakral dan khidmad.. :)
sampai terpikir “kapan ya giliranku menyempurnakan sebagian dari agamaku?” *hihihihihhi*

Pas lihat foto-foto wedding mereka, aku sebagai wanita sangaaaaaaaat.. apalah namanya aku tak tahu.. pokoknya sangat deh!

bisa lihat kan betapa bahagianya mereka? semua orang juga turut berbahagia.. termasuk saya.. :)

ini foto bulan madu mereka..

kyaaaaaaaaaaaa.. mirip yaaa??

hwaaah.. apa jodoh saya juga mirip dengan saya ya? *hihihihihi
masih rahasia Allah..
calon imam saya masih di jalan untuk menemukan saya di sini..

Selamat ya Icha & Dude! Barrakallah! sakinah mawaddah wa rahmah! 
semoga saya bisa segera menyusul kalian. *amin ya Allah* :)

*Bandara Mas, 3 April 2014
Dikala hati sedang memikirkan sebuah pernikahan yang indah dan sakral

Text

Kepo

Ya Allah.. Wahai Tuhanku semesta alam..
Jodohku sekarang sedang berada di mana?
Apakah dia mencariku?
Apakah dia sudah berada dijalannya untuk menemukanku?
Ataukah dia sedang tersesat?
Jika dia tersesat, Jangan biarkan dia tersesat terlalu lama, ya Allah..
Segera tunjukkan padanya jalan lurus untuk menemukanku..
Tolong sampaikan padanya bahwa Aku tidak sembunyi, ya Allah..
Aku hanya tetap berada di sini..
Di ujung pelaminan, menunggunya untuk menyandingku di pelaminan..
Apakah senyumnya manis dan menyejukkan?
Apakah tutur katanya halus dan selalu berucap “astagfirullahaladzim” di setiap khilafnya?
Apakah dia pria muda itu?

Ya Allah yang maha membolak balikkan hati..
Tolong katakan pada jodohku, aku sedang menunggunya untuk mengimamiku..
Tolong katakan padanya aku sudah siap menyempurnakan sebagian agamaku dengannya..
Aku siap untuk mendampinginya baik suka maupun duka..
Aku selalu menunggunya untuk menggandengku menuju surga-Mu..

Ya Allah.. Tolong segera mantabkan hatinya jika dia sedang meragu untuk menuju ke arahku..
Ya Allah.. Tolong kuatkan dan sabarkan aku dalam menunggunya..
Dan tolong untuk selalu menjaganya agar selalu taat padamu..
Dan tolong untuk selalu menjagaku dari segala perbuatan yang membuatku menjadi tak pantas untuk mendampinginya..

Ya Allah.. Tolong tenangkan hatiku yang resah menunggunya..
Dan tolong tenangkan hatinya apabila sekarang dia sedang dilanda kegalauan..

Ya Allah.. Aku percaya Engkau akan akan menjaganya..
Lelapkan tidurnya..
Dan sembuhkan sakitnya jika dia sekarang sedang sakit..
Permudahlah segala urusannya dengan kebaikan..

Dan tolong pertemukan kami sesegera mungkin..


*Cengkareng, 3 April 2014
Dikala hati galau karena dia yang selalu benar dan selalu lebih pintar

Text

Surat untuk Sang Induk dari Tulang Rusukku

Ya Akhi.. yang entah siapa dan dimana
Semoga engkau selalu dalam perlindungan Allah Azza Wa Jalla
Amin.

Ya Akhi.. Aku.. Patahan dari tulang rusukmu ini bukanlah wanita yang sempurna
aku banyak kekurangan dan cacat
aku adalah gadis egois yang keras kepala
aku adalah gadis yang sangat mudah menangis..
aku adalah gadis dengan masa lalu yang cukup suram..

Tapi Akhi, aku wanita yang ingin selalu menjadi orang yang lebih baik..
wanita yang taat pada Allah SWT..
Wanita yang dapat menyejukkanmu ketika memandangku..
wanita yang dapat menenangkanmu dikala gundah..
wanita yang dapat menjadi partner hidup terbaik yang pernah engkau miliki..
menjadi makmummu yang patuh..
menjadi ibu yang kuat, tangguh, cerdas, lembut dan sholehah bagi anak-anakmu..
menjadi teman berbagi dikala suka dan duka..
jika engkau mempunyai masalah, berbagilah denganku..
aku tidak terlalu bodoh untuk engkau jadikan teman berbagi..
dan jika aku tak dapat membantu menemukan jalan keluar bagi masalahmu, aku akan menjadi pendengar yang baik bagimu..
menjadi istri yang setia dikala engkau tidak berada di sampingku..
menjadi bidadari surgamu..

Ya Akhi, wahai induk dari tulang rusukku..
jadilah imam yang bijaksana bagi keluarga..
jadilah hamba yang taat pada sang penciptanya..
jadilah pria yang bertangan keras ketika bekerja dan bertangan lembut ketika sedang bersamaku dan anak-anakmu..
jadilah ayah yang kuat dan tangguh..
bimbinglah aku ke jalan Allah..
agar aku, kamu dan keluarga kecil kita selamat di dunia dan di akhirat..


*Cengkareng, April 2014
dikala hati sedang galau menanti sang induk dari tulang rusukku

Text

The Beginning

Yogyakarta, 01:32, 5/11/2013

Sudah hampir dini hari, mata ini masih tidak dapat terpejam.

Mengapa demikian? 
Saya belum merasakan kantuk karena sore tadi saya sudah tidur selama 3 jam! Itu cukup untuk membuatku tetap terjaga hingga tulisan ini diketik.

Well, sudah cukup prolognya. Langsung saja pada intinya.
Awalnya saya memiliki cukup banyak tulisan di tumblr saya ini. Tetapi karena satu dan lain hal, maka tulisan-tulisan saya tersebut saya delete (ababil bingit ya?).

Read More